apa itu relawan ?

Pekerjaan kerelawanan (volunteer work) adalah segala bentuk bantuan yang diberikan secara sukarela untuk menolong orang lain. Sedangkan relawan adalah seorang yang secara suka rela (uncoerced) menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran dan keahliannya untuk menolong orang lain (help others) dan sadar bahwa tidak akan mendapatkan upah atau gaji atas apa yang telah disumbangkan (unremunerated).
Menjadi relawan adalah salah satu aktivitas yang dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai wujud kepedulian dan komitmennya terhadap sebuah visi tertentu.
Dilihat dari pola pelaksanaannya, ada tiga pola kerelawanan yang saat ini berkembang. 


Pertama, kegiatan kerelawanan yang dilakukan oleh individual dan tidak dikoordinir oleh lembaga atau organisasi tertentu. Aktivitas ini banyak berlangsung di masyarakat, namun sulit untuk diukur ataupun diteliti karena dianggap sebagai kegiatan rutin harian. 
Kedua, kegiatan kerelawanan yang dikoordinir oleh kelompok, organisasi, atau perusahaan tertentu, namun bersifat insidentil atau dilakukan secara tidak kontinyu. Misalnya, kegiatan bakti sosial dan donor darah dalam rangka ulang tahun lembaga atau perusahaan.
 Ketiga, kegiatan kerelawanan yang dikelola kelompok atau organisasi secara profesional dan kontinyu. Pola ketiga ini ditandai dengan adanya komitmen yang kuat dari relawan (baik tertulis maupun lisan) untuk terlibat aktif dalam kegiatan yang dilakukan, adanya aktivitas yang rutin dan kontinyu, serta adanya divisi atau organisasi yang khusus merekrut dan mengelola para relawan secara profesional.

Relawan dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu:
Relawan Jangka Panjang, adalah relawan yang memiliki kepedulian dan komitmen tinggi terhadap suatu isu, misi, atau kelompok tertentu dan tersedia mendedikasikan diri untuk memperjuangkan isu/visi yang diyakininya dalam jangka waktu tak tertentu. relawan jangka panjang memiliki ikatan yang kuat baik dengan lembaga maupun isu atau program yang sedang dilakukan oleh relawan lembaga. Biasanya relawan tipe ini memiliki ikatan emosi yang kuat terhadap isu atau tugas yang sedang dikerjakan dan sejalan dengan lamanya partisipasinya dalam suatu lembaga maka nilai, identitas diri dan rasa kepemilikan terhadap isu/tugas/lembaga yang akan meningkat.
Umumnya, relawan jangka panjang direkrut melalui salah satu cara berikut: rekruitmen sendiri (memiliki kepedulian dan komitmen terhadap suatu isu dan berusaha menemukan dan bergabung dengan lembaga atau wadah yang dapat mewujudkan komitmen dirinya), ketertarikan diri terhadap isu atau lembaga yang berkembang semakin kuat (ikatan batin dengan suatu isu atau lembaga tumbuh menjadi lebih kuat), dan kloning (bergabung dengan lembaga karena ajakan staf atau relawan yang sudah bergabung terlebih dahulu).
Karena lamanya bergabung dan semakin meningkatnya kapasitas relawan dalam suatu isu atau program, relawan jangka panjang dapat dilibatkan dalam penentuan deskripsi tugas relawan, bahkan relawan tersebut dapat berinisiatif untuk menambahkan atau memodifikasi tugas-tugasnya. Bahkan apabila diperlukan, mereka juga bersedia meluangkan lebih banyak waktu dan tenaganya agar misi yang diembannya tercapai. Pengakuan atau reward dari lembaga akan semakin memperkuat komitmen dan keterlibatannya dalam pencapaian misi lembaga.


Relawan Jangka Pendek, adalah relawan yang bergabung dengan suatu lembaga hanya dalam jangka waktu tertentu. biasanya relawan tipe ini memiliki kepedulian terhadap suatu isu tetapi tetapi tidak menganggap isu atau keterlibatannya dalam lembaga tersebut sebagai suatu prioritas dalam hidupnya.
Relawan jangka pendek sebelum bergabung dengan suatu lembaga akan memastikan terlebih dahulu tentang diskripsi tugas yang akan mereka lakukan dan berapa lama komitmen yang harus mereka berikan ke lembaga tersebut. Mereka hanya bersedia melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan jangka waktu yang mereka sediakan, sehingga biasanya relawan tipe ini tidak bergabung dalam suatu lembaga untuk jangka waktu lama.
Relawan jangka pendek biasanya direkrut oleh suatu lembaga melalui salah satu cara berikut: mereka tertarik bergabung dengan suatu lembaga karena tertarik dengan diskripsi tugas relawan, bukan pada misi lembaga; mereka terekrut melalui kegiatan-kegiatan atau event-event lembaga, biasanya mereka tertarik pada jenis event atau kegiatan yang dilakukan oleh suatu lembaga; dan mereka bergabung dengan suatu lembaga karena ajakan teman.
Agar suatu lembaga dapat memiliki cukup relawan jangka panjang, maka lembaga harus memiliki kegiatan promosi internal yang bagus dengan cara memberikan pengakuan atau recognition baik formal maupun informal ke relawan yang dimiliki, memberikan tangguh jawab dan tugas-tugas yang jelas, menarik dan menantang, serta perlahan-lahan menyakinkan mereka agar bersedia memberikan komitmen yang lebih lama. Semua hal ini dapat dilakukan apabila lembaga memiliki desain dan sistem manajemen kerelawanan yang efektif. Desain dan sistem manajemen kerelawanan dan disusun secara sistematis serta memandang program kerelawanan sebagai salah satu bagian dari komponen utama lembaga dalam upaya mencapai misi lembaga.


Pada organisasi yang sederhana, latar belakang relawan yang dibutuhkan tidak terlalu macam-macam. Bisa anak sekolah, boleh sarjana. Terbuka untuk yang punya keahlian khusus maupun tidak. Sebaliknya, organisasi besar dan kompleks biasanya semakin banyak membutuhkan relawan dari berbagai latar belakang.
Secara umum, tugas relawan dalam organisasi dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu: mengambil keputusan atau kebijakan, mencari dana untuk membiayai kegiatan organisasi, membantu terlaksananya kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi.
Dalam sebuah organisasi kita bisa saja menjadi relawan sesuai dengan peran yang kita pilih, misalnya:
Relawan Kebijakan, yaitu relawan yang menjadi pengurus organisasi, merumuskan kebijakan-kebijakan umum organisasi. Untuk ini biasanya dipilih dari dan oleh anggota organisasi.
Relawan Lapangan, yaitu yang langsung melaksanakan kegiatan-kegiatan organisasi di lapangan tanpa mengharapkan imbalan material.
Relawan Ahli, yaitu memberikan keahlian pada organisasi, baik melalui pemberian informasi maupun konsultasi. Memberikan masukan dalam arah kebijakan program dan organisasi sebagai bahan pertimbangan pengurus menetapkan kebijakan.

Motivasi relawan
Kalau menjadi relawan, tentu kita punya motivasi yang berkaitan dengan “mengapa” kita bersedia menjadi relawan suatu organisasi. Umumnya motivasi menjadi relawan dapat digolongkan dalam:
1.    Keagamaan. Orang melakukan sesuatu bagi sesamanya sebagai amal saleh atau perbuatan baik, dengan harapan mendapatkan balasan dari Tuhan.
2.    Rasa kesetiakawanan yang tertanam dalam hati sanubari. Orang berbuat sesuatu karena dorongan hati untuk berbuat sesuatu bagi kemanusiaan.
3.    Kebutuhan sosial. Orang aktif di organisasi, melakukan sesuatu karena dorongan untuk menjalin hubungan sesama manusia, sebab manusia merupakan makhluk sosial.
4.    Aktualisasi diri. Orang melakukan sesuatu karena dia ingin mengekspresikan dirinya, ingin berprestasi, berbuat terbaik.

Sebuah organisasi biasanya menempatkan kita sebagai relawan pada posisi tertentu, berdasarkan motivasi diri kita. Ada tiga jenis orang berdasarkan motivasinya:
-       Orientasi pada hasil karya (need for achievement). Ciri-ciri: suka pada pemecahan suatu masalah, ingin mencapai hasil terbaik, dan senang berjuang. Tipe ini cocok diberi tugas, antara lain, penggalian sumber dana (fundraising), kampanye atau promosi, dan mengetuai suatu panitia yang mempunyai tugas khusus.
-       Orientasi pada kekuasaan (need for power). Ciri-ciri: menaruh perhatian pada kedudukan dan reputasi, butuh mempengaruhi, senang mengubah pikiran orang lain, dan senang memberi nasihat (walaupun tanpa diminta). Jenis ini pas untuk pekerjaan penggalian sumber dana (fundraising), ceramah di muka umum atau public speaking, dan kepanitiaan dalam bidang yang berkaitan dengan perhatian publik.
-       Orientasi pada afiliasi (need for affiliation). Ciri-ciri: senang berhubungan dengan orang lain, ingin disukai, serta senang menghibur dan menolong orang lain. Tugas yang pas untuk tipe ini: pengelolaan keanggotaan, komite pembinaan relawan, dan lain-lain.
-       Ada juga jenis lain atas penampilan orang-orang yang memiliki kepedulian sosial, yaitu: impulsive helper, mechanical conformist, rational organizer, solid plodder, the rebel, dan solitary.
1. Impulsive Helper
Orang yang mendasarkan kepeduliannya pada perasaan pribadi, tampil sebagai orang yang mudah trenyuh pada penderitaan orang lain, dan secara impulsif ingin menolong melalui kegiatan-kegiatan karitatif atau derma. Relawan yang berpenampilan seperti ini lebih banyak dilibatkan pada kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat karitatif.
2. Mechanical Conformist
Orang yang mempunyai kepedulian sosial cukup, tetapi terjebak dalam tata kerja yang birokratik. Mereka akan menjadi birokrat yang merasa memperhatikan rakyat, tetapi hanya di balik meja dan cenderung menolak perubahan. Relawan yang berpenampilan seperti ini lebih banyak dilibatkan pada kegiatan yang tidak menuntut inovasi.
3. Rational Organizer
Orang yang mengandalkan pada pikiran rasional yang didasari data ilmiah. Kelemahannya, yaitu pada ketidakmampuannya untuk bereaksi secara tepat ketika teorinya berbenturan dengan kenyataan di lapangan. Relawan yang berpenampilan seperti ini lebih banyak dilibatkan pada kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan.
4. Solid Plodder
Orang yang mampu menyeimbangkan antara emosi, ketrenyuhan, pikiran rasional, dan kesadaran akan keterbatasan kemampuannya. Relawan yang berpenampilan seperti ini lebih banyak dilibatkan pada kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan kegiatan operasional lapangan.
5. The Rebel
Orang yang disebut “pemberontak”, mempunyai kepedulian yang tulus, tetapi ingin menyelesaikan masalah dengan radikal. Kelompok ini cenderung membentuk LSM (organisasi) “asal beda”, misalnya jika pemerintah bilang “A”, mereka harus bilang “B”. Relawan yang berpenampilan seperti ini lebih banyak dilibatkan pada kegiatan yang berkaitan dengan advokasi (membela orang lain melalui jalur hukum).
6. Solitary
Orang yang bekerja sendirian, tidak melalui kelompok atau organisasi. Relawan yang berpenampilan seperti ini lebih banyak dilibatkan pada kegiatan yang tidak menuntut “kerja sama langsung”, jenis pekerjaan yang dapat dikerjakan dengan ketekunan sendiri, misalnya dalam desain grafis.


BHAKSOS SATU RUMAH TERTIMBUN TANAH LONGSOR

lokasi ; nglurup kec sendang

ALBUM FOTO 1:


ALBUM FOTO 2:


ALBUM FOTO 3:


ALBUM FOTO 4:



pam swakarsa di ngleben

lokasi : ngleben tiudan kec gondang

ALBUM FOTO 1:



ALBUM FOTO 2:



ALBUM FOTO 3:



ALBUM FOTO 4:



ALBUM FOTO 5:



ALBUM FOTO 6: